ASSALAMU'ALAIKUM , Welcome to UPKKI`s Blog...! (UPKKI BE A GOOD FRIEND).
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL / KAJIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL / KAJIAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 September 2013

KETIKA PARA GADIS MENANGIS KARENA IDOLANYA





            Ukhty Fillah yang dirahmati Allah, tidak tahukah kalian bila Nabi Muhammad sebelum ajalnya menangisi dan memanggil kita ? “ummati,, ummati…” lirih suara Nabi. Beliau khawatir kepada kita, umatnya. Beliau menangisi kita. Beliau khawatirkan keadaan kita, di akhirat kelak. Terasa berat bagi beliau apabila mendengar kita dalam kesusahan dan beliau adalah manusia termulia yang paling  menginginkan kita bahagia di dunia hingga akhirat. Wahai saudariku yang dirahmati Allah, tahukah siapa yang menjadi perhiasan dunia sekaligus tiang negara? Ya, kalianlah. Kalian adalah muslimah yang kelak akan menjadi ibu bagi putra-putri kalian. Seorang ibu yang merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari rahim seorang ibulah akan lahir seorang pemimpin.
            Lantas mengapa kalian rela berdesak-desakan di bandara berdesak sesak menunggu kehadiran para pemuda tampan dari luar negeri itu ? rela menghamburkan uang demi melihat wajah mereka secara langsung. Kalian menangis saat mereka tidak menemui kalian.
            Menunggu kalian rela melalaikan ibadah dan justru memperbanyak memuja mereka ? Tahukah ukhty, sebenarnya mereka sama sekali tidak peduli dengan nasib kalian kelak di akhirat.dan tidak bisa memberi keselamatan saat api neraka menjilat memanggil kita.
Berilah satu ruang kosong di hati kalian, khusus hanya untuk satu idola kalian, Nabi Muhammad. Mengapa harus Nabi, bukan para artis itu? Allah menjawab dalam surat Al-Ahzab 33:21 yang artinya : “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suru tauladan yang baik kedatangan hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah” (QS Al-Ahzab 33:21)
            Para artist dari luar negeri itu hanyalah makhluk biasa. Jangan berikan kepada mereka sikap cinta berlebih karena sikap cinta berlebih karena mereka cute, kata kalian. Ke cute-an mereka tidak akan menyelamatkan kalian dari neraka dan kecute-an mereka juga tidak menyebabkan kalian dimasukkan dalam rahmat Allah. Sebagaimana sabda Nabi SAW, dicintainya. Maukah kalian dikumpulkan bersama para artist yang belum tentu mengiring kalian ke syurga kelak ? tentu saja kita hanya ingin dikumpulkan bersama Rasulullah SAW di surge kelak. Maka idolakanlah Rasulullah SAW.
            Perbanyak shalawat pada nabi dan laksanakan ajaran Nabi Muhammad SAW, itulah tanda kalian mengidolakan Nabi Muhammad yang jauh lebih super dibandingkan bintang idola dunia itu.
           
 Ya Allah, jadikan Nabi Muhammad menjadi Idola sejati kami. Buat hati kami indah seperti indahnya akhlak Nabi SAW.
Buat kami berkumpul dengan Nabi Muhammad SAW Beserta orang-orang yang kami cintai dalam seindah-indahnya pertemuan di syurga kelak. Amin ya robal’alamin..

Senin, 26 November 2012

Yakinlah, Anda adalah manajer yang baik bagi diri Anda!


Gunakan Waktu Sebaik-baiknya
     Bismillah...        

 Waah... melihat judulnya, apa kita yakin bahwa kita adalah manajer yang baik bagi diri kita? Yakinlah kita bisa!
                Berbicara tentang manajemen waktu, pasti tak akan lepas daeri yang namanya waktu. Ada yang tahu apa itu waktu, bagaimana kita memaknainya, bagaimana selama ini kita menggunakannya?
Waktu oh waktu. Banyak orang berpendapat waktu itu sangat berharga bahkan lebih berharga dari emas batangan 24 karat  sekalipun. Waw.... seberharga itukah kawan?
Ada pendapat  “Time is money” ada juga yang berkata “waktu itu ibarat nyawa”. Memang benar, waktu itu amat berharga kawan. Ingatkah kamu salah satu hal yang akan ditanyakan Allah swt kelak kepada kita? Ya, salah satunya adalah masa mudamu digunakan untuk apa. Sudah sangat terang di sini dibahas mengenai masa yang kita artikan sebagai sang waktu. Bayangkanlah apa yang akan kita jawab kelak bila waktu yang diberikan kepada kita di dunia ini kita lewatkan dengan hal-hal yang tidak berguna, malah banyak berbuat maksiat, astaghfirullah....
Waktu adalah sesuatu yang paling berharga yang dimiliki seseorang dalam hidupnya.
Banyak orang tahu dan menyadari hal tersebut namun banyak pula yang melalaikan dan menyia-nyiakannya begitu saja. Padahal membuang waktu sama artinya dengan membunuh diri sendiri. Sebab, waktu adalah kehidupan. Bayangkanlah bila kamu berada di situasi di mana satu detik yang terlewat maka akan membunuhmu. Misalkan saja di rumah sakit, ada keadaan gawat darurat, kita menjadi seorang dokter di sana. Kita menangani pasien dengan keadaan yang sangat kritis namun masih ada peluang untuk menyelamatkannya. Banyangkan saat itu karena lalai dan tidak bersegera memanfaatkan waktu, pasien yang seharusnya masih bisa diselamatkan akhirnya meninggal dunia. Betapa penyesalan akan menghinggapi diri.
Sebagai pelajar, sering kita temui bahkan kita rasakan dan lakukan. Di akhir semester tugas-tugas harus dikumpulkan. Waktu yang tersisa hanya dua hari, tugas yang harus diselesaikan sangat banyak, ada makalah, kerajinan, artikel, dan sebagainya. Tak hanya berasal dari satu bidang studi, hampir semua bidang studi ada tugasnya. Wah... mantap! Lalu dengan mengerahkan segenap kemampuan dang tenaga, tak lupa berbekal kopi untuk begadang, sampai-sampai lupa makan dan lupa mandi. Semua tugas terselesaikan, tapi bagaimana kualitasnya? Jangan ditanya sudah tentu berpijak pada prinsip “yang penting mengerjakan, yang penting selesai sesuai deadline”.  Sebenarnya apabila dikerjakan dengan baik, dengan perencanaan matang, banyak referensi, yang berarti banyak memerlukan waktu, hasil yang dicapai akan memberi kepuasan pada diri. Belum lagi efek terhadap tubuh, maag kambuh, meriang, setiap hari inginnya hibernasi. Waduh! Efeknya mantap.
Kawan, pernah tidak merasa, berkata, maupun berkeyakinan seperti ini “Saya tidak punya waktu” atau “Suatu hari nanti saya akan mempunyai waktu yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertinggal”, bahkan mungkin berpikir bahwa waktu dua puluh empat jam tidak cukup untuk melakukan segala aktivitas yang seharusnya dilakukan pada hari itu.
Permasalahan sebenarnya apakah terletak pada jumlah jam yang ada sehingga waktu yang tersedia dua puluh empat jam tidak cukup untuk melakukan kegiatan yang semestinya dilakukan pada hari itu? Atau apakah permasalahan sebenarnya terletak pada ketidaksanggupan kita dalam memanajemen waktu sehingga kita tidak bisa memanfaatkannya sebaik mungkin?
Satu hal yang perlu kita pahami bahwa setiap manusia memiliki kadar waktu yang sama dalam sehari semalam, yaitu dua puluh empat jam. Dan hal ini berlaku bagi siapa saja entah itu orang kaya, orang miskin, mahasiswa, pengangguran, pekerja, saudagar, dan lain sebagianya.
Walaupun setiap manusia memiliki kadar waktu yang sama dalam sehari semalam, namun masing-masing berbeda dalam cara menggunakan waktu tersebut. Michael Frutyno dari Amerika merupakan seseorang yang memiliki keahlian dalam memanajemen waktu. Ia telah menghabiskan waktu selama dua puluh tahun untuk melakuakn riset tentang waktu. Dari hasil risetnya, ia mengatakan bahwa manusia biasa akan menghabiskan waktunya sebagai berikut: tujuh tahun di kamar mandi, enam tahun di meja makan, enam bulan menunggu lampu merah di jalan raya, dan seratus dua puluh jamm menggosok gigi.
Frutyno juga menyimpulkan bahwa rata-rata dalam sehari seseorang  hanya memiliki waktu empat menit untuk berbicara dengan pasangan hidupnya dan setengah menit dengan anak-anaknya.
Berdasarkan pendapat tersebut, Dr. Ibrahim Fiqy mengatakan: jika seseorang berumur delapan puluh tahun maka ia hanya menghabiskan dua ratus empat puluh jam atau sepuluh hari saja untuk berbicara dengan anaknya!
Permasalahan kita sebenarnya bukanlah ketidakcukupan waktu dalam melakukan kegiatan. Akan tetapi, permasalahannya adalah ketidakpandaian kita dalam menggunakan waktu sebaik dan semaksimal mungkin.
Melepaskan diri dari keyakinan bahwa “Tidak cukup waktu” merupakan langkah awal untuk menuju sebuah hidup yang teratur dan pemanfaatan waktu sebaik mungkin bagi kehidupan kita.
Setiap peradaban manusia menyatkan bahwa waktu merupakan sesuatu yang sangat penting. Hadis Rasulullah saw mengatakan bahwa:
Dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh kebanyakan orang adalah kesehatan dan waktu luang.”
Orang yang berakal sehat tidak akan membuang-buang waktunya secara percuma. Sebab pada hakikatnya, membuang waktu sama artinya membunuh diri sendiri. Imam Al-Bashry mengatakan, “Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau ini adalah hari yang engkau lalui. Jika sebagian hari telah berlalu maka sebagian dari dirimu juga berlalu.”
Orang yang berakal adalah mereka yang menggunakan waktunya dengan teratur dan terencana.
Pencuri waktu
                Pencuri waktu, apakah ada? Ya, pencuri waktu memang ada. Ia adlah yang menyia-nyiakan masa, membuang-buang menit demi menit, dan menjadikannya tidak berarti. Mereka itu adalah:
  1.  Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan
  2. Tidak mengenal hal-hal yang prioritas dalam pekerjaan
  3. Tidak konsentrasi
  4. Tidak sanggup untuk mengatakan “Tidak”
  5. Hal-hal yang bersifat insidental
  6. Kegiatan yang berulang-ulang
  7. Perencanaan yang tidak realistis
  8. Tidak adanya aturan
Cara efektif menghadapi pencuri waktu
                Bagaimana sih caranya mengobati kebiasaan suka menunda-nunda pekerjaan? Caranya adalah dengan menentukan skala prioritas dengann baik. Susunlah jadwal harian dengan baik, setiap jadwal mesti mengandung hal-hal penting bagi diri kita ynag harus dilaksanakan.
                Berusahalah fokus terhadap apa yang sedang kita hadapi. Jangan biarkan sesuatu pun mengambil perhatian kita. Jika kita memulai pekerjaan maka hadapilah dengan penuh konsentrasi.
                Belajarlah untuk mengatakan “Tidak” di hadapan orang-orang yang menginginkan kita untuk meenyia-nyiakan waktu tanpa semestinya.
                Jangan ulangi satu kegiatan dua kali. Jika kita memulai pekerjaan maka jangan biarkan ia terbengkalai.
                Perencanaa yang masuk akal. Jadikan rencaan yang kita susun masuk akal, begitu juga dalam mengatur waktu yang dibutuhkan, mesti sesuai dengan porsi kerja yang dilakukan.
                Untuk menyadarkan kita tentang berharganya waktu, cobalah untuk menjawab pertanyaan ini.

Apakah kita pernah memikirkan jika sisa umur kita yang tertinggal hanya hitungan hari saja?

Bersama siapa kita akan melaluinya?

Bagaiman kita kan menjalaninya?

Apa amalan yang akan segera kita lakukan?

Dalam keadaan apa nantinya kita akan meninggalkan dunia ini?

Bagaimana nasib kita kelak di akhirat sana?

Apa yang akan kita jawab ketika kita ditanya apa saja yang kita lakukan di dunia, bagaimana kita menggunakan waktu yang diberikan?
               
 Mungkin saja pertanyaan tersebut agak aneh, menyesakkan, bahkan menyakitkan bagi sebagian orang. Akan tetapi, di balik pertanyaan tersebut memberikan pencerahan yang akan menunjukkan kita pada kebenaran.

Anda Adalah  Manajer Bagi Waktu Anda Sendiri
                Jalanilah hidup kita dengan baik. Yakinkan bahwa kita sanggup mengontrol hari-hari dann segala kegiatan yang brsifat mendadak. Belajarlah selalu dan perkaya wawasan kita bagiaman memanajemen waktu.
                “Waktu adalah sesuatu yang paling berharga yang Anda  miliki dan yang paling mudah Anda  investasikan. Ia adalah kehidupan dan dunia Anda. Ia adalah masa sekarang dan masa depan Anda.” Jika kita menyia-nyiakannya, sama artinya kita menyia-nyiakan kehidupan kita sendiri. Atau sama juga kita menyia-nyiakan mimpi dan cita-cita kita.
                Dalam hadis Rasulullah saw disebutkan: “Wahai anak Adam, sesungguhnya hari yang engkau lalui kelak akan menjadi saksi. Maka manfaatkanlah aku dengan baik karena aku tidak akan kembali hingga hari kiamat.”
                Gunakanlah waktu kita sebaik mungkin dengan penuh semangat dan dengan segala kekuatan yang kita miliki.

“Kita mesti berkembang, berubah, dan memperbaharui diri. Jika tidak, itu artinya mengungkung diri sendiri.” (Gotha, Filosof Jerman)

Hmm... ternyata kita bisa ya menjadi manajer yang baik bagi diri sendiri. Mulai saat ini tanamkan tekad untuk berubah, perbaiki diri ke arah yang lebih baik, jadikanlah diri sebagai manajer yang baik bagi diri  kita sendiri. Jalani hidup seolah maut akan menjelang. Hidupah dengan penuh cinta kepada Allah swt. Hiduplah dengan mengikuti akhlak Rasulullah saw. Hiduplah dengan penuh cita-cita, hiduplah dengan penuh perjuangan, hiduplah dengan penuh kesabaran, hiduplah dengan penuh rasa cinta. Setelah itu, nikmati hidup Anda. Dan jangan lupa, aturlah waktu dengan baik, seimbangkan urusan dunia dan urusan akhirat. Bismillah... yuk sama-sama berubah jadi lebih baik! :)
semoga Allah swt selalu bersama dan menjaga kita. Aamiin....
Salam! (d’brighter)

Referensi:
Fiqy, Ibrahim. 2009. Berubahlah, Agar Hidup Lebih Hidup!. Gazzamedia. Surakarta.

Rabu, 22 Februari 2012

Seminar Proposal Skripsi Mahasiswa Semester 8 Periode 2011/2012


Hari Rabu, 22 Februari 2012 telah berlangsung Seminar Proposal Skripsi untuk Semester 8 Periode 2011/2012. Seminar akan berlangsung selama 2 hari sampai hari Kamis, 23 Februari 2012. Banyak hal yang bisa diambil pelajaran di dalamnya. Bagi semester 8, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk melanjutkan proses pembuatan skripsi sekaligus sebagai gambaran awal untuk pelaksanaan Sidang Skripsi nantinya.

Seminar ini juga diikuti oleh Mahasiswa semester 6 sebagai syarat untuk bisa mengajukan propsal skripsi dan mangambil mata kuliah skripsi pada semester 7 nantinya. Kita bisa tahu karakter dosen yang menjadi pembimbing skripsi, ada yang sangat detail dalam membimbing, ada yang secara umum saja, ada juga yang hanya sekedar memberi masukan sedikit saja. Dalam prosesnya, ada peserta yang menggunakan pendekatan EKSPERIMEN ada juga yang menggunakan pendekatan PENILAIAN TINDAKAN KELAS (PTK), semua itu tergantung kesanggupan mahasiswa itu sendiri.


























Jumat, 09 Desember 2011

Oleh-oleh Sarnas FSLDK-selesai




 Lanjutan dari Oleh-Oleh Sarnas FSLDK Part-One


Assalamu’alaikum wr.wb.
Sobat semua, di awal kita sudah bahas tentang bagaimana cara bergabung dengan media massa. Sekarang saatnya membahas tentang  peluang dakwah di media massa, antara lain: (1) penyampai informasi, (2) opinion-maker, (3) edukasi publik, (4) mengawal penegakan hukum dan demokrasi, (5) akses ke kelompok elit/ penguasa. Dan terakhir niiih,,,hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam membangun media massa (media mainstream): (1) butuh biaya yang besar, (2) perlu infrastruktur yang mahal, (3) rekrutmen SDM yang handal, (4) tim pemasaran yang hebat, (5) back up penguasa. Dan kunci dari dakwah di media massa adalah Optimalisasi Media Sosial.
Acara selanjutnya adalah ISLAMIC LECTURER I dengan tema “Pemuda dan Peradaban Islam” oleh Dr. Ardian Husaini, MA. Beliau membuka kajian dengan pemaparan berita yang beredar pada Oktober 2011 lalu.
Poin ke dua dibahas tentang buku P. Huntington berjudul The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order (Benturan Antarperadaban dan Masa Depan Politik Dunia). Beliau mengatakan dari berbagai peradaban yang ada, seperti Barat, Cina, India, Ortodok, Islam, Afrika, Amerika dan Jepang, Islamlah satu-satunya  peradaban yang bisa mengalahkan Barat.
Sobat, banyak yang mengakui kehebatan peradaban Islam. Bahkan bangsa barat pun khawatir jika peradaban Islam bangkit. Sifat generasi yang dijanjikan Allah dalam QS. Al Maa’idah : 54, antara lain (1) dicintai Allah dan mencintai Allah, (2) kasih sayang sesama mu’min, (3) bersikap keras terhadap orang-orang kafir, (4) selalu berjihad di jalan Allah, (5) tidak gentar dengan celaan kaum yang suka mencela.
Acara yang ketiga yaitu dialog kebangsaan bersama ketua KPK, Busyro Muqoddas. Pada moment ini dibahas tentang Revolusi Kepemimpinan Nasional. Poin pertama adalah refleksi kepemimpinan Indonesia. Tipe kepemimpinan Indonesia sejak kemerdekaan hingga sekarang ditampilkan dengan gamblang. Mulai dari kepemimpinan Soekarno hingga SBY. Kesimpulan dalam dialog pertama ini yaitu Model kepemimpinan dalam suatu era, belum tentu berhasil untuk era yang lain dan gaya kepemimpinan harus sesuai dengan situasi yang terjadi.
Dialog yang kedua membahas tentang keadaan Indonesia saat ini. Bahasan dibuka dengan penyampaian  amanat reformasi, antara lain: (1) Amandemen UUD 1945, (2) penghapusan Dwi Fungsi ABRI, (3) pelaksanaan otonomi daerah, (4) penegakan supremasi hokum, (5) perwujudan pemerintahan yang bersih dari KKN. Pertanyaan pertama yaitu, masyarakat adil, makmur, sejahtera, sudahkah terwujud??? Sobat semua pasti tahu seperti apa kondisi kesejahteraan rakyat Indonesia saat ini. Masih sangat jauh dari yang diharapkan. Buktinya: (1) Listrik: 70 juta penduduk Indonesia setiap malam masih dirundung kegelapan - tanpa listrik, (2) Energi: 52.5% konsumsi energi di negeri ini sangat tergantung pada BBM → subsidi  BBM pada tahun 2011 menghabiskan Rp. 129,723 Triliun, (3) Kesehatan: 2/3 penduduk Indonesia masih mengkonsumsi makanan kurang dari 2.100 kalori per hari → sebagaian besar masyarakat kita hidup di bawah standar garis kemiskinan, (4)Air: 50 juta penduduk miskin di perkotaan tidak memiliki akses terhadap air bersih. Penyediaan air bersih saat ini baru menjangkau 9% dari total penduduk Indonesia. (5)Kerusakan Alam: 1.6 juta hektar hutan di Indonesia dibabat setiap tahunnya, belum lagi yang disebabkan oleh kebakaran. Akibatnya, 39% habitat alami turut musnah. Belum lagi potret pengangguran, kemiskinan, hutang luar negeri dan indeks persepsi korupsi yang masih tinggi.
Dalam kesempatan ini, dibeberkan pula potensi kerugian Negara akibat Tindak Pidana Korupsi serta penanganan perkara TPK oleh KPK. Lebih lanjut dipaparkan pula problematika masyarakat dan budaya. Sungguh, permasalahan yang tiada habis-habisnya. Lalu, bagaimana solusinya??? Penyebab dari permasalahan bangsa diakibatkan memudarnya sikap masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan. Memudarnya sikap masyarakat salah satunya disebabkan oleh perilaku dan tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, salah satu cara dan pilihan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat adalah PEMBERANTASAN KORUPSI.
Acara selanjutnya yaitu diskusi tentang kondisi dakwah di ASEAN bersama akhi Rahmat Dulhakim Abror dan akhi Bening Tirta Muhammad. Mereka adalah mahasiswa dari Nanyang Technological University,  Singapore. Mereka menceritakan tentang kondisi umat Islam di Singapura, kondisi dakwah di sana dan kegiatan aktivis dakwah kampus di Singapura dan Malaysia.
Setelah ishoma, kami mengikuti acara ISLAMIC LECTURES II bersama Salim A Fillah (penulis buku best seller). Beliau menyampaikan tentang integritas, akhlak dan kemampuan pemuda dalam menyampaikan gagasan-gagasan. Acara berlangsung hingga pukul 21.30 WIB.
Dan inilah hari terakhir dalam serangkaian acara Sarasehan Nasional ADK Indonesia yaitu hari Minggu, 30 Oktober 201. Hari ketiga ini merupakan moment khusus dari Rakyat Indonesia untuk Palestina dengan mengadakan :
1. "Diskusi peran Indonesia untuk kemerdekaan Palestina" yang menghadirkan:
  • Dr. Mahfudz Siddik M.A. (Ketua Komisi 1 DPR RI)
  • Ust. Faudzil Adhim (Jubir sahabat Al Aqsha).
  • Perwakilan Otoritas Palestina.
2. "Tabligh Akbar", Oleh:
  • Dr. Muqoddam Cholil (Ketua KNRP)
3. "Konser Nasyid Kemanusiaan", Oleh:
  • Izzatul Islam
  • Fathul Jihad (Nasyid)
Pukul 11.00 WIB acara penutupan Sarasehan Nasional ADK Indonesia sekaligus launching alumni FSLDK dengan program wadah silaturahmi dan beasiswa bagi ADK. 

Hmm... ya! ini oleh-oleh dari kita, semoga bermanfaat ya sobat... ^_^  aamiin...

Kamis, 24 November 2011

Pelatihan Qurban 2011





Assalamu’alaikum UPKKI Lovers,
UPKKI Lovers, tau donk kemarin UPKKI ngadain latihan penyembelihan hewan kurban? Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1432 H yang dilaksanakan pada hari selasa tanggal 8 November 2011. Acara yang diketuai oleh Ngatour Rokhman ini diadakan di lapangan tengah Kampus PGSD kita tercinta ini. Acara ini terlaksana berkat dukungan dari seluruh warga PGSD UPP Tegal dan pendanaan latihan kurban ini berasal dari iuran seluruh mahasiswa, dosen dan karyawan yang akhirnya dibelikan seekor sapi. Dan ada tambahan hewan kurban dari panitia Keber 2011 yaitu seekor kambing. Hal ini nunjukin kalau UPKKI dan UKM lain menjalin kerja sama yang baik.
Acara ini dimulai pagi hari sekitar jam 08.00 WIB untuk mempersiapkan acara penyembelihan. Jam 08.30 WIB akhirnya sapi gemuk itu siap untuk dikurbankan. Dan dilanjutkan dengan penyembelihan kambing keber. Nah setelah ini panitia bersiap-siap untuk meneteli dan membungkus hewan kurban yang akan dibagikan kepada warga sekitar kampus. Memasuki waktu dzuhur, tugas panitia ini baru selesai dan daging siap untuk dibagikan. Setelah ishoma panitia siap membagikan daging kurban sebanyak 336 bungkus untuk warga sekitar kampus yaitu di daerah kemandungan dan debong lor yang sebelumnya warga sangat antusias menanti pembagian daging kurban. Keantusiasan warga ditandai dengan mengantrinya mereka di kampus sebelum waktu pembagian, padahal panitia tidak membagikan daging kurban di kampus melainkan panitia langsung mendatangi rumah warga yang sekiranya berhak mendapatkan daging kurban. Pembagian daging kurban ini selesai sekitar jam 14.30 WIB dan ditutup dengan briefing panitia.
Acara terakhir yaitu bersih-bersih tempat dan peralatan menyembelih oleh panitia kurban. Dengan begitu berakhirlah rangkaian acara penyembalihan kurban yang diadakan oleh UPKKI. (Alhamdulillah yah )
Sekian dari kami















Wassalamu’alaikum wr wb


Senin, 07 November 2011

Oleh-oleh Sarnas FSLDK -Part One-














Assalamu’alaikum wr.wb.
Apa kabar sobat pembaca semua? Semoga dalam keadaan sehat wal’afiat yaa.aamiin.... Sekadar oleh-oleh dari perjalanan kami (Nurhidayani Aisyiyah, Rismadiani Kurnia, Arifa Ade Nurjanah, Laeli Apriani dan Agnestasia Ramadhani Putri) selama tiga hari di Yogyakarta dalam Sarasehan Nasional Aktivis Dakwah Kampus Indonesia 2011(Sarnas). Acara ini diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan peserta sekitar 1300 ADK dari Sabang sampai Merauke.

Sobat semua penasaran kan... apa saja sih kegiatan kami di sana??? Eits, sebelum cerita panjang lebar tentang kegiatan kami di sana, yuk simak suka duka kami menuju Yogyakarta.
Delegasi UPKKI
Perjalanan kami dimulai pada hari kamis siang, 27 Oktober 2011. Selesai kuliah kami bergegas mempersiapkan barang-barang yang akan kami bawa. Selanjutnya masing-masing dari kami menuju tempat kami janjian --menanti bus yang akan mengantarkan kami menuju Jogja--. Target awal, pukul setengah satu sudah kumpul semua. Tapi nyatanya, target tinggallah target, karena satu hal dan lainnya. Kami berangkat tidak sesuai rencana, maklum ya…jam ngaret.hee.  Delapan jam perjalanan kami tempuh hingga akhirnya pada Jum’at dini hari kami menginjakkan kaki di Yogyakarta. Tempat pertama yang kami singgahi adalah Pondok Putri Darus Sholihat. Sobat semua, kami sempat nyasar sebelum sampai ke pondok. Berdiri di tempat asing, berlima, akhwat semua dan tak tahu letak tempat yang akan dituju. Kami semua hampir putus asa, saat panitia sulit dihubungi. Tapi kami tidak menyerah. Berbekal bismillah dan keberanian ekstra, kami menyusuri jalanan dan bertanya kesana kemari mencari alamat. Subhanallah…benar-benar seperti berpetualang –petualanagn malam-.

Hingga akhirnya, sampailah di Pondok Darus Sholihat. Kami pikir, kami jadi peserta yang datang cukup awal. Tapi ternyata, di dalam pondok sudah banyak peserta yang hadir lebih awal dari kami. Setelah istirahat sejenak dan ta’aruf dengan peserta yang lain, pukul 08.00 WIB kami melanjutkan perjalanan menuju tempat diselenggarakannya acara Sarnas di kampus UGM.

Sesampainya di sana kami disambut oleh panitia dan alunan nasyid dalam acara Opening Ceremony. Suasana semakin meriah ketika satu per satu perserta ADK memasuki Gedung Purna Budaya. Acara opening Ceremony ini dimulai pada pukul 09.00 WIB. Diawali dengan pembukaan dalam tiga bahasa (Arab, Indonesia, Inggris). Kemudian pembacaan ayat suci Al Quran (Q.S Ali ‘Imron: 102-104). Acara selanjutnya niiih, acara yang sangat berkesan. Untuk pertama kalinya kami menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama seluruh peserta Sarnas. Berlanjut ke sambutan-sambutan, antara lain:
1.      Sambutan Ketua Panitia
Ketua panitia menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran akhi wa ukhti fillah dari sabang sampai merauke serta meminta maaf atas kekurangan panitia dalam memberikan pelayanan selama berlangsungnya kegiatan. Beliau juga menyampaikan tentang tema yang diusung dalam acara ini, yaitu “Revitalisasi Peran Lembaga Dakwah Kampus dalam Membangun Karakter Pemuda Islam”.
2.      Sambutan Ketua Jamaah Shalahuddin UGM
3.      Sambutan Koordinator Pusat Komunikasi Nasional FSLDK Nasional
Beliau menyampaikan tentang tujuan diadakannya sarnas. Pada kesempatan ini pula, kami peserta sarasehan nasional bersama-sama mengenang peristiwa sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 silam dengan mengikrarkan sumpah ADK pada tanggal 28 Oktober 2011 ini. Isi dari sumpah ADK “Kami ADK Nasional mengaku bertumpah darah satu, Tanah Air penuh kemakmuran; Kami ADK Nasional mengaku berbangsa satu, bangsa tanpa kebodohan; Kami ADK Nasional menjunjung bahasa persatuan, bahasa tanpa kekerasan.”
4.      Sambutan dari Pembina Jamaah Shalahuddin
5.      Sambutan dari Direktur Kemahasiswaan UGM


Acara dilanjutkan dengan pembukaan secara simbolis dengan pemotongan pita oleh Direktur Kemahasiswaan UGM dan disambut takbir oleh seluruh peserta sarnas –Allahuakbar!!!--.

Acara masih berlanjut. Kali ini kawan-kawan JS UGM unjuk aksi dengan menampilkan permainan perkusi oleh 6 personil. Subhanallah…heboh banget. Papan, tabung, kaleng, kayu dan instrument-instrumen  perkusi lainnya ditabuh bersamaan menjadi sebuah harmonisasi musik yang indah. Dimulai dengan lagu “Assalamu’alaikum”nya Opick, sampai lagu-lagu daerah dari Sabang sampai Merauke. Dahsyat! J
Selanjutnya penutupan acara pembukaan sarasehan Nasional ADK Indonesia pada pukul 10.30 WIB. Acara pertama sudah selesai sobat… Ada kejutan apa lagi ya di acara selanjutnya???
Berlanjut ke Stadium General. Kami sempat bingung saat suasana yang semula tenang berubah menjadi riuh ramai. Ada apa gerangan? Ternyata,  sosok Prof. Amien Rais memasuki ruangan. Yap, beliau adalah narasemuber dalam Stadium General kali ini. Beliau membahas tentang hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Zar.

Poin pertama Barangsiapa yang bangun di pagi hari kemudian fokus perhatiannya hanya urusan dunia, maka sesungguhnya Allah tidak punya urusan dengan orang tersebut. Sebagaimana dalam Al Quran  disebutkan Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan…..” (QS. Al Hadiid: 20). Beliau bertanya “Kenapa orang-orang rela mengeluarkan ratusan milyar untuk mendapat kekuasaan? Kenapa di sana-sini banyak yang memakan hak-hak orang lain? Dan kenapa Indonesia menjadi kacau?” jawabannya adalah karena mereka yang hanya mengejar kekuasaan, politisi, pengusaha, dsb TIDAK MENYADARI BAHWA DUNIA INI AKAN SIRNA.



Poin kedua yang disampaikan oleh Prof. Amien Rais yaitu Barangsiapa tidak peduli dengan urusan muslim yang lain, maka dia tidak tergolong muslim. Sobat, mari kita tengok keadaan umat Islam Indonesia saat ini. Lagi-lagi pak Amien bertanya “Kenapa umat Islam Indonesia tidak tahan banting?” Jawabannya, hal ini disebabkan oleh KURANGNYA RASA PERSAUDARAAN antar Umat Islam Indonesia (UII). Beliau memberikan solusi yang sederhana dan cerdas. Kalau saja para tokoh UII bisa membuat semacam kerjasama sebagaimana posisi orchestra, maka akan terbentuk harmonisasi yang indah karena masing-masing memegang posisinya dengan tepat dan baik –Setujuuu…seorang pemain biola, jangan coba-coba memainkan flute ya. Bagaimana jadinya kalau pemain cello  memainkan perkusi, atau pemain viola mencoba jadi conductor. Bisa dibayangkan bukan? Tentu tidak akan terbentuk harmonisasi dalam orchestra tsb.

Pada poin ketiga, Prof. Amien Rais menyampaikan Barangsiapa rela dengan hidup yang hina dan nista padahal tidak ada paksaan, sungguh orang tersebut bukan termasuk golonganku (Rasulullah SAW). –Apa yang sobat tangkap dari cuplikan hadits di atas? Yuk introspeksi diri. Mungkin sobat semua akan tercengang.--. Beliau kembali bertanya “Mengapa bangsa kita tetap melarat, banyak pengangguran, melimpah kebodohan, dan tidak termasuk deretan bangsa terhormat? Padahal Sumpah Pemuda sudah 83 tahun dan kemerdekaan sudah 66 tahun?”. Beliau menyebutkan bahwa akar permasalahannya adalah bangsa Indonesia kerasan dengan hidup terhina, bangsa Indonesia tenang-tenang saja dihina. Bukti dari itu semua, salah satunya pada pasal 33 UUD 1945 tentang Perekonomian Nasional. Beliau mengupas fakta yang ada, dimana hampir semua isi dari Undang-undang yang dimiliki Negara kita, baik tentang pelabuhan, pertambangan, ketenagakerjaan, dsb diperuntukkan bagi kekayaan asing dan memelaratkan Negara Indonesia sendiri –sobat, relakah kita di cap sebagai bangsa yang tenang-tenang saja dihina? Kalau tidak, mari persiapkan diri sebagai generasi pemuda yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa.

Pukul 11.20 WIB SG I berakhir. Untuk selanjutnya waktu sholat Jumat bagi ikhwan (dilanjutkan dengan makan siang) dan makan siang bagi akhwat (dilanjutkan dengan sholat Dzuhur).
Selesai sholat dan makan siang panitia bagi-bagi Doorprize niiih… Bagi 10 peserta yang berhasil menjawab pertanyaan akan mendapat voucher belanja senilai @100 ribu rupiah –Ayo serbuuu…--. Hampir semua peserta dari Sabang sampai Merauke berebut menjawab.
Pukul 12.45 WIB Stadium General 2 dimulai. Pembicara kali ini adalah Suharna Surapranata, Pembina MITI (Masyarakat Ilmuan dan Teknologi Indonesia) sekaligus Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia (2009-2011). Tema yang dipilih yaitu Karakteristik Intelektualitas Mahasiswa Indonesia. Beliau menyampaikan tentang pembangunan umat yang sama dengan pembangunan bangsa. Hal yang perlu kita lakukan adalah bagaimana melakukan proses obyektifitas untuk membawa masyarakat dalam upaya pembangunan nasional. Upaya pembangunan nasional ini hanya mungkin dilakukan oleh aktor yang memiliki kredibilitas, integritas dari nilai-nilai moral. Dan tugas dari masing-masing Aktivis Dakwah Kampus adalah membina dirinya, meningkatkan kualitas dirinya menuju keadaan yang lebih baik. Sedangkan proses pembinaan kader untuk mencapai tingkat kepakaran tinggi, meliputi: (1) pematangan diri, (2) pematangan kemampuan, (3) pematangan peran, dan (4) kearifan filosofis –Buat sobat ADK, yuk..terus perbaiki kualitas diri kita.  

Ba’da sholat ashar dilanjutkan dengan Seminar Nasional Dakwah Kampus oleh Ahmad Sumiyanto, SE. MSI, penggiat FSLDK Indonesia. Sebagai pembukaan, Beliau mengutip risalah Hasan Al-Banna “Sesungguhnya, sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Sepertinya keempat hal ini, yakni iman, ikhlas, semangat, dan amal merupakan karakter yang melekat pada diri pemuda, karena sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda.
Dalam seminar kali ini, dibahas tentang pemuda dan peranannya –khususnya para mahasiswa--. Beliau pak Ahmad membeberkan rahasia kekuatan pemuda sebagaimana terdapat pada sosok nabi Musa as yang kisahnya diabadikan dalam QS. Al-Qashash: 26; nabi Yusuf as dalam QS. Yusuf: 55, dsb. Beliau mengemukakan kunci kekuatan pemuda adalah idealisme, kecerdasan, dan kritisnya pemuda –hayo…sobat yang mengaku jadi pemuda (mahasiswa), sudahkah kamu menyadari kekuatan dahsyat dalam dirimu???—. Beliau juga mengupas tentang tiga fungsi mahasiswa, yaitu fungsi intelektual akademisi; fungsi cadangan masa depan (iron stock); dan fungsi agen perubahan (agent of change) –So, selamat mengoptimalkan fungsimu sobat.

Acara hari ini ditutup dengan Pentas Budaya yang menampilkan karya-karya seni ikhwan wa akhwat Jamaah Shalahuddin. Oia, sekadar pemberitahuan. Pentas budaya ini juga merupakan upaya JS UGM dalam mengembangkan dakwah melalui bidang seni . Adapun penampilan yang disuguhkan yaitu drama, nasyid, tari, deklamasi puisi, dan persembahan spesial dari Keluarga Mahasiswa Islam (KMI) ISI Yogyakarta, Djogjakarta Islamic Orchestra (JIO). Teman-teman JIO berhasil menyihir para peserta untuk tidak beranjak dari tempat duduknya. Subhanallah…semua capek dan rasa kantuk lenyap seketika saat menikmati harmonisasi musik orchestra –live-  sambil makan malam ala angkringan khas Jogja J.

Hari ke dua. Sabtu, 29 Oktober 2011 acara dimulai pukul 8.23 WIB dengan Seminar Humas dan Media. Pembicaranya yaitu Ananda Ismail, Produser Liputan 6 Pagi. Tema dalam seminar kali ini yaitu Dakwah Lewat Media Massa. Hmm…apa saja ya, yang perlu diperhatikan ketika kita berdakwah lewat media??? Beliau menyampaikan bahwa sebelum berdakwah lewat media massa, kita harus mendekati pengelola media terlebih dahulu. Kalau proses awal berhasil, tinggal bergabung dengan media mainstream (media nasional). Mungkin sobat semua penasaran, kenapa harus media mainstream? Karena, ada media yang berpengaruh besar dan kecil. Jadi, untuk melebarkan sayap dakwah jangan tanggung-tanggung ya sobat…pilih media mainstream, ujar Beliau. Bahkan kalau bisa nih, kita membangun media sendiri.ok?! :)


Selanjutnya, Beliau menyampaikan siapa saja yang perlu didekati. Antara lain pemilik media, pemimpin redaksi, redaktur pelaksana/ produser eksekutif, redaktur/ produser, reporter, dan responden/ kontributor.
Beliau juga menyampaikan tentang kegagalan hubungan dengan media: (1) pendekatan yang salah, (2) manfaatkan wartawan untuk kepentingan pribadi, (3) cenderung coba mengatur, (4) tidak memahami struktur, karakter, dan mekanisme kerja media massa, (5) tidak mampu memilih media massa yang tepat, (6) tidak bisa memilih waktu yang tepat untuk menyampaikan pesan, (7) tidak memahami profesi wartawan, (8) tidak menguasai kemampuan teknis kehumasan, dan (9) tidak merawat hubungan.
Di depan sudah disampaikan tentang hubungan dengan media, pak Ananda Ismail mengajak kita bergabung dengan media mainstream. Gimana sih caranya bergabung dan menjadi pekerja media massa? Butuh kualifikasi khusus, kata Beliau. Selain itu harus rela digaji over time, terkadang minim fasilitas dan butuh rekomendasi. Apakah sobat berminat??? Selamat bergabung..  (An Laeli/ 3A)

...bersambung...
Islamic Orkestra (ISI Jogja)
pertunjukkan kejutan di hari ke dua :)